FB   TWITTER   G+   LINKEDIN   YOUTUBE

SIKLUS HIDUP PRODUK DAN STRATEGI PEMASARANNYA

Posted by : ORIMAX

SIKLUS HIDUP PRODUK DAN STRATEGI PEMASARANNYA
SIKLUS HIDUP PRODUK DAN STRATEGI PEMASARANNYA

Tidak ada yang abadi di dunia, yang abadi hanyalah perubahan. Kalimat tersebut sangat sering kita dengar bahkan menjadi salah satu motto hidup banyak orang di dunia. Begitu pula dalam hal perdagangan, tidak mungkin suatu perusahaan dapat terus meningkatkan penjualan dengan produk yang sama dalam jangka waktu yang lama. Adanya pasang surut dalam penjualan produk, menjadi hal lumrah dalam dunia usaha. Terkadang ada masanya sebuah produk bisa laris manis di pasaran, namun ada pula saat-saat dimana penjualan sebuah produk mengalami penurunan yang sangat drastis. Hingga produk yang biasanya laku keras, perlahan mulai sepi dan tidak terjual sama sekali di pasaran. Kondisi ini mungkin wajar bagi para pelaku usaha, namun hal ini juga sering menjadi kendala besar bagi mereka dalam memasarkan produk-produknya.

Para ahli marketing di dunia sebenarnya sudah membuat teori untuk permasalahan yang satu ini. Konsep yang sering kita dengar adalah tentang Product Life Cycle atau dalam bahasa Indonesia disebut siklus hidup produk. Konsep ini dipopulerkan oleh levitt (1978) yang kemudian penggunaannya dikembangkan dan diperluas oleh para ahli lainnya. Ada berbagai pendapat mengenai tahap – tahap yang ada dalam Siklus Hidup Produk (Product Life Cycle) suatu produk. Ada yang menggolongkannya menjadi introduction, growth, maturity, decline dan termination. Sementara itu ada pula yang menyatakan bahwa keseluruhan tahap – tahap Siklus Hidup Produk (Product Life Cycle) terdiri dari introduction (pioneering), rapid growth (market acceptance), slow growth (turbulance), maturity (saturation), dan decline (obsolescence). Meskipun demikian pada umumnya yang digunakan adalah penggolongan ke dalam empat tahap, yaitu introduction, growth, maturity dan decline.

 



Oleh karena itu, untuk menghadapi pasang surut penjualan yang dipengaruhi oleh siklus hidup sebuah produk, berikut kami informasikan beberapa fase/tahapan yang akan dilalui sebuah produk serta strategi pemasaran menghadapi pasang surut penjualan yang bisa Anda terapkan pada bisnis Anda.

  • Fase Perkenalan (Introduction)

Pada fase ini penjualan masih sangat rendah, dimana khalayak ramai belum mengetahui secara jelas apa yang dijual. Untuk memasarkan produk baru dan mengenalkannya di masyarakat perlu sebuah strategi promosi yang tepat. Beberapa strategi promosi seperti trategi peluncuran cepat (rapid skimming strategy) : Peluncuran produk baru pada harga tinggi dengan tingkat promosi yang tinggi. Strategi peluncuran lambat (slow skimming strategy) : peluncuran produk baru dengan harga tinggi dan sedikit promosi. Strategi penetrasi cepat (rapid penetration strategy) : peluncuran produk pada harga yang rendah dengan biaya promosi yang besar. Strategi penetrasi lambat (slow penetration strategy) : peluncuran produk baru dengan tingkat promosi rendah dan harga rendah.

 

  • Fase Pertumbuhan (Growth)

Setelah melawati fase perkenalan dengan segala strategi promosi agar produk kita dikenal, maka suatu produk akan mengalami fase pertumbuhan dimana penjualan produk akan meningkat dengan pesat dan muncul beberapa competitor yang siap ber kompetisi merebutkan pasar.
Oleh sebab itu, pada tahapan ini Anda harus bisa memilih strategi pemasaran yang tepat untuk menghadapi persaingan pasar. Seperti menciptakan inovasi baru pada produk Anda untuk memperluas target pasar, meningkatkan kualitas produk untuk membangun kepercayaan konsumen, bila perlu berikan potongan harga atau bonus khusus pada event-event tertentu agar konsumen Anda tidak berpaling ke produk lain.

  • Fase Kedewasaan (Maturity)

Fase dimana penjualan sudah stabil dan produk sudah dikenal dengan baik oleh masyarakat, namun ini menjadi fase kritis dimana kompetisi semakin ketat. Maka diperlukan strategi yang tepat agar tidak terjadi penurunan omzet yang signifikan, startegi yang dapat dilakukan antara lain :

  1. Perusahaan meninggalkan produk mereka yang kurang kuat dan lebih berkonsentrasi sumber daya pada produk yang lebih menguntungkan dan pada produk baru.
  2.  Memodifikasi pasar dimana perusahaan berusaha untuk memperluas pasar untuk merek yang mapan.
  3. Perusahaan mencoba menarik konsumen yang merupakan pemakai produknya.
  4. Menggunakan strategi peningkatan keistimewaan (feature improvement) yaitu bertujuan menambah keistimewaan baru yang memperluas keanekagunaan, keamanan atau kenyaman produk.
  5. Strategi defensif dimana perusahaan untuk mempertahankan pasar yang mana hasil dari strategi ini akan memodifikasi bauran pemasaran.
  6. Strategi peningkatkan mutu yang bertujuan meningkatkan kemampuan produk, misalnya daya tahan, kecepetan, dan kinerja produk.
  7.  Strategi perbaikan model yang bertujuan untuk menambah daya tarik estetika produk seperti model, warna, kemasan dan lain – lain.
  8. Menggunakan take-off strategy yang mana merupakan salah satu strategi yang digunakan untuk mencapai fase penerimaan konsumen baru, strategi ini dapat memperbaharui pertumbuhan pada saat produk masuk dalam kematangan.

 

  • Fase Kemunduran (Decline)

Pada fase yang terakhir, sebagian besar konsumen sudah mulai jenuh dengan produk yang Anda tawarkan. Kompetisi yang semakin ketat dengan munculnya produk baru dengan segala promosi. Kondisi ini membuat jumlah pelanggan Anda menurun drastis, serta banyak yang berpaling ke produk lain. Jadi, bisa dipastikan pada fase ini, omset penjualan yang Anda terima akan sangat berkurang bahkan sampai di titik minus dan mengalami kerugian.


Sebagai pelaku usaha yang mendapati para konsumennya sudah mulai jenuh, sebaiknya Anda melakukan evaluasi apa saja yang membuat konsumen Anda jenuh dan meninggalkan produk tersebut. Bila masih memungkinkan diperbaiki, maka lakukan perbaikan dan launching kembali produk yang sudah diperbaiki kekurangannya. Strategi lainnya adalah dengan menarik produk Anda dari pasar yang sudah mati, dan melaunchingnya di daerah lain yang memiliki pangsa pasar lebih bagus.




BACA BERITA LAINNYA
DAFTARKAN EMAIL KAMU
UNTUK PROMO & BERITA TERBARU



CUSTOMER SERVICE

Whatsapp : 0821 3801 9759
Call : (0271) 644268
Email : customerservice@orimax.co.id

HEAD OFFICE

PT. Aston Graphindo Indonesia
Jl. Ir. Juanda No. 302, Surakarta,
Jawa Tengah, Indonesia 57125